Survei KSMP: 40 Persen Warga Bekasi Tidak Tahu MEA

Survei KSMP: 40 Persen Warga Bekasi Tidak Tahu MEA

Like dan Intan dari KSMP di sela Seminar Analisis Dampak MEA terhadap Kelangsungan Anak Bangsa, di kampus STIE Mulia Pratama Kota Bekasi, Sabtu (19/12)

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Berdasarkan survei yang dilakukan Kelompok Studi Mulia Pratama (KSMP), sekitar 40% warga Kota Bekasi tidak mengetahui agenda pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan awal tahun 2016.

Hal ini disampaikan Like Widowati Wijaya, Ketua Bidang 1 Unit Kegitan Mahasiswa KSMP. "Hasil survei kami menunjukan, hanya 60% responden yang mengetahui MEA," kata Like di sela pelaksanaan Seminar Analisa Dampak MEA terhadap Kelangsungan Hidup Anak Bangsa yang diselenggarakan STIE Mulia Pratama, Sabtu (19/12).

Survei ini, lanjut Like, melibatkan responden dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pelajar, pedagang, dan masyarakat umum. Menurur Like, masih banyaknya warga Bekasi yang tidak tahu MEA ini cukup memprihatinkan, karena waktu pelaksanaannya yang tinggal menghitung hari.

Bahkan, berdasarkan survei tersebut, mereka yang sudah tahu pun, tidak terlalu peduli dengan MEA. "Tidak ada persiapan khusus yang mereka lakukan untuk menghadapi MEA. Padahal menurut kami hal ini penting, terutama kesiapan SDM ketika nanti pasar tenaga kerja dibuka secara bebas," tuturnya.

Senada itu, Ketua Bidang 3 UKM KSMP Intan Cipta Ningsih menyebutkan, peluang MEA bisa berubah menjadi ancaman tanpa kesiapan SDM. "Padahal kalau dari sisi produk, kita punya banyak yang bisa bersaing. Tapi jika tanpa manajemem yang baik dan kesiapan yang matang, ya sulit juga," terang Intan kepada Sabekasi.com.

Untuk itu, menurut Intan, kegiatan seminar yang diselenggarakan di kampus STIE Mulia Pratama, Margahayu, Kota Bekasi ini merupakan langkah sosialisasi kepada peserta. "Tujuan seminar ini agar peserta lebih memahami apa saja dampak MEA dan bagaimana harus menyikapinya," pungkas Intan.

Kegiatan seminar yang dihadiri oleh 200 orang mahasiswa dan pelajar dari berbagai kampus dan sekolah ini menghadirkan beberapa narasumber dari akademisi, pemerintah, dan praktisi. (gl-15)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya