Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisma Gelar BAFERAN 2017

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisma Gelar BAFERAN 2017

Blog Single

Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu saat membuka acara Bekasi Festival Ramadhan 2017, di Mall Revo Town Square Bekasi, Minggu (18/6).

Sabekasi.com, Bekasi Selatan - Dalam rangka menyambut datangnya bulan ramadhan, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa (FKSB), Universitas Islam '45' (Unisma) Bekasi, melalui Ilkom Public Relations (IPR), menggelar acara Bekasi Festival Ramadhan (BAFERAN) 2017,  di Mall Revo Town Square, Bekasi, Minggu (18/6).

Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Kreasi Menjadikan Generasi Muda yang Berkarakter Islami” ini diisi dengan rangkaian berbagai kompetisi perlombaan. Diantaranya adalah, Lomba Photography On The Spot, Hijab Fashion dan Mewarnai untuk kategori PAUD, serta Talkshow Inspiratif.

Dalam acara ini, turut hadir Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu yang juga sekaligus membuka BAFERAN 2017. Dalam sambutannya, Syaikhu berpesan, dengan adanya kegiatan ini masyarakat Kota Bekasi akan lebih mampu membawa kreativitas yang lebih baik lagi.

"Mudah-mudahan event yang dilakukan pada bulan yang penuh berkah ini akan mampu membawa kreativitas-kreativitas yang lebih baik lagi. Sehingga Bekasi bisa lebih lekat lagi kepada kita. Bekasi lekas dihati," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Acara, Pepen Prayoga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran panitia, pembina dan seluruh masyarakat Kota Bekasi. Karena menurutnya, tanpa adanya itu semua acara BAFERAN 2017 tidak akan berjalan.

Pepen juga menambahkan, dengan adanya kegiatan ini ke depan dapat lebih menginspirasi para pemuda Kota Bekasi, "Semoga dengan acara ini dapat memotivasi para pemuda khususnya Kota Bekasi untuk mengaplikasikan kreasi dan kreativitas yang di miliki untuk hal lebih positif lagi," ungkapnya.

Dalam hal ini, salah satu Dosen Pembimbing Mata Kuliah Event Organizer (EO), Novriansyah juga menuturkan bahwa, kegiatan ini merupakan sebuah proses perkuliahan yang baik. Dijelaskan Novrian, anak-anak nantinya akan lebih bisa menerapkan bagaimana sebuah konsep mata kuliah EO, mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan serta bagaimana menjadikan EO itu sukses.

"Pengalaman adalah sebuah guru yang paling baik. Jadi ketika mereka membuat sebuah mata kuliah EO tidak cuma dalam tataran konsep atau teori tetapi mereka tahu bagaimana pelaksanaannya. Ketika suatu saat mereka terjun ke lapangan mereka sudah tahu bagaimana menerapkan sebuah konsep EO yang tepat,” jelasnya.

“Memang tidak ada yang sempurna dalam sebuah pelajaran, tapi mereka tahu konsep yang ideal untuk sebuah EO itu seperti apa, nah di sini tempat mereka belajar," sambung Novrian.

Nantinya, di akhir acara juga akan disertai dengan acara amal berupa santunan dan bantuan kepada 100 Anak Yatim. (Dit)

Share this Post:
Twitter Facebook Google+