Perkaya Kosakata Bahasa, Kemendikbud Gandeng FKSB Unisma

Perkaya Kosakata Bahasa, Kemendikbud Gandeng FKSB Unisma

Seminar program pengayaan kosakata bahasa Indonesia di Universitas Islam 45 Bekasi, Jumat (21/4).

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa, mengajak Universitas Islam '45' (Unisma) Bekasi dalam memperkaya bahasa pada program Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia, di Gedung I Pascasarjana, Jumat (21/4).

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama yang digagas oleh Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa (FKSB) Unisma Bekasi.

Dekan FKSB, Endang S. Priyatna mengatakan, tujuan diadakannya seminar ini merupakan salah satu upaya dari fakultas untuk meningkatkan kemampuan menulis bagi mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa saat ini masih minim dalam hal kosakata.

"Hal ini berupaya meningkatkan kemampuan menulis terutama untuk mahasiswa semester akhir yang sedang skripsi. Yang sering muncul adalah ketidakmampuan mahasiswa dalam menuliskan bahasa Indonesia yang baik dan benar," jelasnya kepada Sabekasi.com, Jumat (21/4).

Dalam program ini, lanjut Endang, tidak hanya diperuntukan bagi mahasiswa saja, melainkan untuk dosen Unisma bahkan masyarakat umum yang menjadi sasaran pengayaan kosakata-kosakata yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

"Program ini tidak hanya diperuntukan untuk mahasiswa saja namun juga untuk dosen unisma yang sedang melanjutkan kuliah. Dalam arti pada saat ini unisma yang ditunjuk untuk menjalankan acara ini," ungkapnya.

Nantinya, Endang berharap mahasiswa lebih bisa mengolah kosakata yang berguna ketika mereka melakukan penelitian. "Agar mereka terbiasa untuk melakukan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah, dengan  meng-crosscheck benar atau tidaknya. Bukan hanya dalam kamus bahasa inggris, namun juga kamus besar bahasa indonesia." terang Endang yang juga merupakan salah satu Dosen Sastra Inggris.

Sementara itu, Kepala pusat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yang diwakili oleh Hari Sulastri, menyampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya kerja sama oleh pihak kampus. Dirinya berharap kegiatan seminar ini nantinya akan bermanfaat bagi dosen maupun mahasiswa.

"Saya mewakili ketua pusat, mengucapkan terimakasih atas kerjasama ini. Kegiatan ini tidak akan makin sempurna tanpa bantuan mahasiswa, bantuan dosen. Semoga nanti, kosakata makin memperkaya kosakata dalam kamus besar kami," ungkapnya saat memberikan sambutan.

Dilain Pihak, Wakil Rektor IV, Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unit Usaha, Bujang juga menyampaikan terimakasihnya kepada para peserta seminar yang telah hadir. Dia berharap agar nantinya masyarakat dapat memahami dan mengembangkan kosakata lebih baik lagi.

"Kosa kata itu memang satu hal yang penting buat kita semua. Semakin banyak kita kuasai semakin baik pula bahasa yang kita sampaikan. Semakin baik menguasai semakain baik pula kedepannya," ucapnya saat memberikan sambutan.

Salah satu pembicara, Redaktur Internasional HU Pikiran Rakyat, Imam Jaharudin Priyanto, mengatakan, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah. Bahkan dikatakannya, Bahasa Indonesia saat ini memiliki penutur terbanyak di Asia Tenggara.

"Di Negara Asia bahkan di Vietnam, bahasa Indonesia dijadikan bahasa ke dua," ujarnya saat memberikan materi Pengembangan Kosakata Bahasa Indonesia.

Namun, dikatakan Imam, masalah yang dihadapi hingga kini adalah jumlah kata frasa (lema) di Indonesia masih kurang. Dijelaskan Imam, perbandingan Bahasa Inggris (Oxfrord English Dictionary) pada 30 November 2005 memiliki 301.100 entri utama (lema) dan 616.500 bentuk kata secara keseluruhan. (Dit)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya