Gebyar Himagi Adakan Seminar Management Guiding & Photography

Gebyar Himagi Adakan Seminar Management Guiding & Photography

Himpunan Mahasiswa Geografi (Himagi) Unisma Bekasi mengadakan seminar "Management Guiding & Photography", Rabu (19/4).

Sabekasi.com, Bekasi Timur - Himpunan Mahasiswa Geografi (Himagi) Universitas Islam '45' (Unisma) Bekasi mengadakan seminar dengan mengusung tema "Management Guiding & Photography" di Gedung Aula Unisma Bekasi, Rabu (19/4). Kegiatan ini merupakan rangkaian acara pembuka Gebyar Himagi ke-14 yang berlangsung pada 19-23 April 2017 dengan tajuk "Aksi Kreasi Anak Bangsa".

Ketua Himagi, Nia Choirunnisa menjelaskan, tujuan diadakannya kegiatan ini sebagai wujud merealisasikan program kerja di bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Selain itu dikatakannya, juga untuk memperkenalkan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), progam studi dan Unisma Bekasi.

"Seminar ini untuk menggali wawasan terkait dengan pariwisata Kota Bekasi dan juga photography," ucapnya saat ditemui disela-sela seminar.

Nantinya, Gebyar Himagi lanjut Nia, juga akan di isi dengan perlombaan karya ilmiah serta aksi lingkungan (penanaman mangrove) sebagai bentuk memperingati Hari Bumi 22 April mendatang.

"Tanggal 20 kita adakan perlombaan karya ilmiah untuk remaja Sejabodetabek, 22 nya kita ada penanaman mangrove, dan 23 nya GEO Cup." jelasnya.

CEO Mata Bumi Geo Trek, Rony Noviansyah, dalam pemaparannya menjelaskan peranan penting mengenai fungsi manajemen guide. Sebab, dikatakan Rony, Fungsi manajemen merupakan sebuah proses perencanaan, pengorganisasian agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, Rony mengatakan pramuwisata (guide) memiliki peran penting bagi para wisatawan. Biasanya, dikatakan Rony, aktivitas guide sebagai teman perjalanan wisatawan. Antara lain, mengunjung objek dan atraksi wisata, serta aktivitas wisata lainnya untuk mendapatkan imbalan tertentu.

"Guide pada hakikatnya merupakan seseorang yang menemani, memberikan informasi dan bimbingan serta saran kepada wisatawan dalam melakukan aktivitas wisatanya," terangnya saat mengisi materi seminar Management Guiding & Photography.

Rony menambahkan, ada tiga peranan dan fungsi guide. Pertama, Penerima Tamu (Hostess), orang yang bertugas menjemput tamu di bandara, pelabuhan, statiun atau terminal. Kedua, Pengawal atau Pendamping (Escortist), orang yang bertugas mendampingi wisatawan dalam berbagai aktivitas. Terakhir, Penterjermah (Interpreter), seseorang yang bertugas menerjemahkan bahasa sesuai kehendak wisatawan.

Sementara, pada kesempatan yang sama pemateri dari Travel Photografer, Majalah Samudra, Firmanto Hanggoro menjelaskan, dalam dunia fotografi memiliki 'nyawa' pada setiap foto-foto perjalananannya. Bahkan dikatakannya, setiap objek yang ditemukan dalam perjalanan memiliki nilai foto tersendiri.

"Berbagai objek yang ditemui dalam suatu perjalanan atau wisata ke dalam sebuah foto tentang apa yang dilihat, dirasa dan dinikmati sehingga seolah-olah memiliki nyawa dan mampu bercerita," ujarnya saat memberikan materi Fotografi Perjalanan.

Firmanto juga menjelaskan, untuk menghasilan foto yang bagus perlu adanya persiapan. Terlebih sebelum melakukan perjalanan, dikatakannya, perlu terlebih dahulu mencari informasi mengenai tujuan yang akan dikunjungi.

"Kita riset terlebih dahulu tujuan yang ingin kita kunjungi. Bawa peralatan kamera yang praktis dan ringan," pungkasnya.

Firmanto menambahkan, ketika ingin melakukan perjalanan juga perlu pahami situasi cuaca pada daerah yang akan dikunjungi. Kemudian lanjut firman, dalam mengabadikan gambar harus memahami situasi sosial daerah tujuan wisata berserta ada istiadat setempat.

"Jika sempat catatlah beberapa informasi dari foto seperti nama lokasi, keunikan tempat tersebut dan peristiwa pribadi yang terjadi ketika foto tersebut diabadikan," ungkapnya.

Terakhir, Firmanto mengatakan, travelling bukan sekedar mengunjungi berbagai tempat yang belum pernah didatangi, tapi juga mempelajari karakter bangsa. (Dit)

Twitter Facebook Google+

Berita Lainnya