Ramadhan dan Fenomena Sosial

Ramadhan dan Fenomena Sosial

Ilustrasi (Sabekasi.com)

Sabekasi.com - Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Bagi umat muslim, datangnya bulan suci Ramadhan tentu menjadi momen penting. Baik dalam konteks hubungannya dengan Tuhan maupun dalam kehidupan sosial.

Sebagai fenomena sosial, Ramadhan memengaruhi berbagai aspek kehidupan, dari ekonomi, budaya, hingga politik. Aktivitas masyarakat di bulan Ramadhan cenderung berubah. Dari mulai bangun tidur hingga kembali menjelang tidur.

Dari sisi ekonomi, bulan Ramadhan memiliki implikasi besar. Ada kecenderungan pengeluaran masyarakat yang meningkat. Ini berimbas pada distribusi barang dagangan, dari mulai makanan hingga pakaian.

Tak jarang, para pedagang diuntungkan dengan peningkatan permintaan barang yang mengakibatkan harga barang meningkat tajam. Geliat ekonomi hampir pasti selalu tumbuh di bulan Ramadhan. Namun tingkat inflasi pun sulit untuk ditekan.

Dalam aspek budaya, Ramadhan melahirkan berbagai aktivitas kolektif warga. Sebut saja ngabuburit, buka bersama, sahur on the road, dsb. Kegiatan-kegiatan keagamaan pun meningkat. 

Tak hanya itu, Ramadhan beserta perayaan Idul Fitri pun melahirkan budaya mudik. Sebagai daerah urban, di penghujung Ramadhan hingga Idul Fitri, Bekasi seketika terasa sepi. Warganya yang sebagian besar pendatang melaksanakan mudik ke kampung halamannya.

Aspek politik pun tak luput dari pengaruh bulan Ramadhan. Terutama menjelang pemilihan Kepala Daerah seperti yang akan terjadi di Kabupaten Bekasi beberapa bulan mendatang. Para politisi dan Bakal Calon (Balon) hampir pasti akan memanfaatkan momen Ramadhan untuk memperoleh dukungan politik.

Di atas itu semua, seyogyanya Ramadhan menjadi ajang bagi umat muslim sebagai momen untuk memperbaiki diri. Mendekatkan diri kepada Tuhan, dan mempererat hubungannya dengan sesama manusia. (Red)

Twitter Facebook Google+

Editorial Lainnya