Sobat Tande: Harmoni Sosial Warga Bekasi

Sobat Tande: Harmoni Sosial Warga Bekasi

Sobat Tande

Istilah Sobat Tande mungkin asing bagi kalangan muda di Bekasi. Tapi bagi sebagian orang Bekasi yang lahir di era sebelum 60-an, istilah tersebut memiliki kisah dan makna mendalam.

Berdasar penuturan K.H. Abid Marzuki, keponakan pahlawan nasional asal Bekasi K.H. Noer Ali, Sobat Tande merupakan budaya masyarakat Bekasi yang memiliki nilai luhur, yakni harmoni sosial.

Sebagai istilah, Sobat Tande dilekatkan pada bentuk hubungan sosial yang dibangun atas dasar rasa saling menghargai, saling memiliki, saling mengisi, dan saling melengkapi. Dalam hubungan itu, dikesampingkan pamrih. Hubungan itu pun tidak dibatasi dan mengabaikan segala sekat, seperti etnis, agama, dan status sosial.

Keselarasan sosial yang dibangun melalui Sobat Tande memiliki nilai yang seharusnya tetap relevan di setiap zaman. Karena salah satu tujuan berbangsa dan bernegara adalah mewujudkan keselarasan sosial. Dimana, kepentingan setiap individu diharapkan menemukan keselarasannya dalam tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menghidupkan kembali nilai yang terkandung dalam Sobat Tande menjadi kian relevan di tengah indikasi menebalnya garis pemisah antara berbagai kelompok masyarakat hari ini. Ketika perbedaan cenderung tidak dipandang sebagai keabsolutan alam, melainkan keberseberangan. Jika tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin akan muncul gejolak sosial yang bisa mengganggu semangat persatuan.

Dalam Sobat Tande, persatuan tidak diartikan sebagai penyeragaman. Tetapi kerukunan yang lahir dari harmonisasi perbedaan-perbedaan. Seperti halnya harmonisasi berbagai alat musik menjadi lagu nan indah.

Harmoni sosial dalam Sobat Tande pernah ditunjukan oleh K.H. Noer Ali. Persahabatannya dengan berbagai kelompok etnis dan agama mampu memberi manfaat bagi banyak orang, terutama masyarakat Bekasi. Tak hanya berupa kerukunan bermasyarakat, tetapi juga pada pembangunan Bekasi.

Merujuk pada nilai dan kemanfaatan dalam Sobat Tande, meneladaninya bisa jadi merupakan gagasan paling penting saat ini. Dimana, semangat saling menghargai, memiliki, mengisi, dan melengkapi dihidupkan dalam keseharian. Yang kuat membantu yang lemah. Yang berilmu berbagi dengan yang belum berilmu. Yang kaya membantu yang miskin. Yang paham membimbing yang belum paham. Dan seterusnya.

Jika semangat dan nilai dalam Sobat Tande itu mampu diimplementasikan, maka tujuan Indonesia menjadi Negara hebat semakin dimungkinkan. (Red)

Twitter Facebook Google+

Editorial Lainnya