Iktibar K.H Noer Ali

Iktibar K.H Noer Ali

K.H Noer Ali

Perjuangan K.H Noer Ali telah menjadi catatan penting dalam proses kemerdekaan Republik Indonesia. Tak heran, Pemerintah Indonesia kemudian menganugerahinya Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden No. 085/TK/2006, tertanggal 3 November 2006.

Tidak hanya hebat bertempur di medan perang, K.H Noer Ali merupakan peletak pondasi pembangunan Bekasi. Selepas masa penjajahan, ia mengaktualisasikan perjuangan melalui pembangunan dalam berbagai aspek, terutama pendidikan.

Banyak nilai dari perjuangan dan kepribadian K.H Noer Ali yang patut menjadi teladan. Konsepsi iktibar ini tentu harus diletakkan dalam perspektif hari ini. Meneladani K.H Noer Ali dalam konteks kekinian.

Nasionalisme

K.H Noer Ali merupakan seorang nasionalis yang tidak rela tanah airnya dijajah. Paham inilah yang kemudian menggerakan dirinya mengambil peran penting dalam upaya mengusir penjajah di tanah air. Bersama pasukan yang dibentuknya, ia berhasil memukul mundur penjajah dari tanah Bekasi.

Meneladani nasionalisme K.H Noer Ali mesti dipandang dalam konsepsi keterjajahan hari ini. Keterjajahan yang dilekatkan pada gagasan hegemoni asing, baik produk, pendidikan, budaya, maupun bahasa.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana menghidupkan semangat nasionalisme di tengah hegemoni asing tersebut? Ini harus menjadi catatan penting bagi para pemimpin daerah dan wakil rakyat Bekasi. Catatan yang harus melandasi setiap pengambilan dan pembentukan kebijakan.

Meletakkan tanggung jawab ini kepada para pemimpin dan wakil rakyat Bekasi bukan tanpa alasan. Pemimpin merupakan rujukan dan tuntunan bagi rakyatnya. Ini juga dibuktikan K.H Noer Ali. Karena ia merupakan pemimpin yang nasionalis, ia mampu menghidupkan nasionalisme dalam diri masyarakat Bekasi waktu itu.

Hal ini memiliki makna serupa dengan perjuangan hari ini, meski dalam konteks berbeda. Artinya, jika pemimpin hari ini cenderung tunduk pada hegemoni asing, maka rakyatnya pun akan memiliki kecenderungan serupa.

Patriotisme

Patriotisme yang berarti keberanian berkorban demi tanah airnya juga ditunjukan K.H Noer Ali. Keberaniannya mengambil resiko dihabisi penjajah tentu bukan perkara kecil. Jiwa raganya siap dikorbankan demi kemerdekaan Indonesia.

Meneladani semangat patriotisme ini pun tentu penting. Kerelaan dan keberanian berkorban demi rakyat dan bangsanya merupakan syarat menjadi seorang pemimpin.

Beranikah para pemimpin dan wakil rakyat Bekasi berkorban demi Bekasi dan warganya? Beranikah mereka menanggung resiko terancam jiwanya membela kepentingan warga Bekasi? Beranikah mereka menjadi miskin demi memperjuangkan kesejahteraan warga Bekasi?

Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab oleh pemimpin dan wakil rakyat Bekasi. Bukan jawaban retorika semata. Tetapi jawaban yang diaktualisasikan dalam tindakan.

Pembangunan Karakter

Pendidikan merupakan salah satu prioritas yang dibangun K.H Noer Ali dalam mengisi kemerdekaan di Bekasi. Hal ini menunjukan bahwa pembangunan karakter menempati posisi penting dalam konsep pembangunannya.

Hal itu bisa dibuktikan melalui pidato dan ceramah yang disampaikannya. Orientasinya pada membangun yayasan pendidikan dan pesantren juga menjadi bukti concern K.H Noer Ali pada pembangunan karakter.

National Character Building (NCB) yang digembar-gemborkan pemerintah akhir-akhir ini ternyata sudah menjadi perhatian K.H Noer Ali sejak lama. Karena itu, dalam salah satu pidatonya, ia menyebutkan bahwa salah satu bahaya di negeri ini adalah orang mulai kehilangan identitas.

Menghidupkan Niat Meneladani

Meneladani K.H Noer Ali tentu tidak sesederhana diuraikan di atas. Banyak nilai yang masih harus digali dari perjuangan dan kepribadiannya. Banyak juga upaya yang harus dikeluarkan untuk meneladaninya. Tapi bagaimanapun, niat untuk meneladaninya harus tetap dihidupkan. Demi kesejahteraan dan kemajuan warga Bekasi. (Red)

Twitter Facebook Google+

Editorial Lainnya